Seni menulis khat sudah ada sejak zaman rosulullah s.a.w

Seni menulis khat

Rasullullah sebagai penggerak penyebaran Khat dalam Islam

Ketika Islam datang, Rasullullah sangat memperhatikan kemajuan umatnya dalam hal tulis-menulis,mengingat bahwa kaum Jahiliyyah sangat awam sekali dengan tradisi menulis. Tidak heran, karena peralatan tulis-menulis masih jarang ditemukan pada masa Jahiliyyah,di samping adat, budaya dan kebiasaan Jahiliyyah yang memang sebuah tulisan itu belum di butuhkan.maka,dengan datangnya rosululloh s.a.w sebagai pembawa syiar agama juga yang mengawali sebagai penggerak perihal tulis menulis Bahkan dalam pendapat lain mengatakan bahwa Rasulullah s.a.w juga berperan dalam estetika Al-Khat Al-Islamy (kaligrafi arab).

Dukungan Rasullullah terhadap gerakan khat dapat di lihat sejak Rasullullah hijrah ke Madinah. Hal pertama yang dilakukan Rasulullah adalah membangun masjid serta mengadakan halaqoh atau “tulis menulis”, untuk itu secara khusus Rasullulah memilih sendiri seorang guru yang akan mengajarkan halaqoh, salah satunya yang di pilih rosulullah adalah ‘Abdullah bin Sa’id bin ‘As dan ‘Ubadah bin Shomit.

Bukan hanya itu saja, bahkan Rasullullah juga menjadikan tebusan bagi tawanan perang yang dapat menulis dan membaca untuk mengajarkannya kepada umat muslim di Madinah.

Proses pembelajaran seni menulis pada waktu itu ternyata tidak hanya terfokus pada kaum laki-laki saja, tetapi Rasullullah juga mendukung dan menyemangati para wanita muslim untuk belajar dan mengajarkan khat. Seperti Asy-Syifa binti ‘Abdillah, Hafshoh ummul mu’minin, Ummu Kultsum binti Uqbah dan ‘Aisyah binti Sa’ad bin ‘Ibadah.

Untuk itulah Rasullullah memerintahkan Hafshoh ra, untuk belajar seni menulis (khat) kepada Asy-Syifa binti ‘Abdillah, agar ia dapat mengajarkan para wanita muslim akan tulis-menulis. Maka di sebutkan dalam sejarah bahwasanya Hafshoh ra ialah merupakan salah satu wanita pertama yang mempelajari khat. Al-khatthatah al-ulaa fil Islam.

Berbeda dengan bentuk tulisan sebelum datangnya Islam, karena ketika Islam datang dengan semangatnya terhahap tulisan (khat) maka banyak umat muslim yang mulai memperindah bentuk dan huruf dalam khat. Hal tersebut dimulai sejak Rasullullah memilih sendiri para kuttab –sebutan untuk penulis- untuk menuliskan wahyu dan surat-surat penting yang akan disampaikan para raja-raja zaman dulu. Sejak saat itulah, para kuttab berlomba-lomba untuk memperindah khat masing-masing, karena Rasullullah hanya memilih Ajwad Kuttab, penulis terbaik dengan tulisan yang terindah.

Tanpa adanya seni menulis khat ini maka stiap wahyu yang di turunkan kpd baginda nabi tidak akan tertulis berupa mushaf alquran yang bisa d baca ummat islam hingga sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *