Ghaza Art Professional Calligraphy
0812.2817.3860
artghaza@gmail.com

Kaligrafi Adalah : Berikut Pengertian, Jenis Dan Fungsinya

Pengertian kaligrafi menurut para ahli

kaligrafi adalah tulisan indah yang menjadi bagian dari kesenian dan budaya islam sejak berabad abad silam. Tulisan tersebut berupa aksara abjad yang menggunakan huruf arab dan di sebut dengan khat atau kaligrafi islam. Namun istilah yang umum bahwa pengertian kaligrafi tidak hanya berdasarkan aksara arab saja, bahkan semua jenis tulisan indah bisa di sebut dengan kaligrafi, walaupun aksara yang di gunakan adalah aksara jawa, cina maupun jepang.

Secara global banyak sekali jenis kaligrafi yang ada, karena di beberapa negara mempunyai gaya tulisan kaligrafi yang berbeda-beda. Sebagian kecil yang kita kenal antara lain yaitu kaligrafi cina, kaligrafi jepang dan kaligrafi arab. Bahkan di Indonesia sendiri ada yang namanya kaligrafi seni letter ( kaligrafi aksara nasional dengan berbagai bentuk dan gaya yang indah )

Definisi kaligrafi secara bahasa

Secara etimologi kaligrafi merupakan penyederhanaan dari kata dalam bahasa inggris “ Calligraphy ”. Yang terdiri dari dua suku kata latin yaitu callos yang berarti indah dan graph yang berarti tulisan. Jadi kesimpulan dari makna kaligrafi adalah tulisan yang indah, atau aksara yang sudah di bentuk dan di susun sesuai rumusan atau kaidah yang sudah di tentukan oleh para ahli kaligrafi zaman dahulu.

Kaligrafi secara terminologi, lahir beberapa pengertian yang berbeda dari masing-masing pakar kaligrafi, tergantung dari sudut pandang mereka. Salah satunya yaitu syeikh Yaqut al-Musta’shimi yang merupakan kaligrafer kenamaan turki usmani, Beliau memandang kaligrafi dari sisi keindahan rasa yang di kandungnya, sehingga beliau mendefinisikannya sebagai “ seni arsitektur rohani ” yang lahir melalui perabot kebendaan. Dalam ungkapan berbeda dari ubaidillah ibnu abbas yang mengistilahkan kaligrafi  dengan “ lisanul yad “atau di sebut dengan lidahnya tangan.

Definisi kaligrafi yang paling lengkap di sampaikan oleh syeikh syamsuddin al-akfani sebagai berikut: Khat atau kaligrafi adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal dan cara meletakkannya hingga merangkainya menjadi sebuah tulisan yang tersusun.

Dengan demikian, kaligrafi adalah tulisan yang di rangkai dengan nilai estetik yang bersumber pada pikiran atau ide dan di wujudkan lewat benda (alat tulis) yang di ikat dengan aturan tertentu.

Kaligrafi di Indonesia sendiri belakangan ini melahirkan dan membawa iklim baru bagi para seniman muslim, karena itu, laju perkembangannya pun semakin mendekati klimaks yang di kelola secara apik oleh para pecintanya. Hal ini sangat menggembirakan dan menunjukkkan betapa kaligrafi banyak di gandrungi oleh banyak kalangan.

Jenis gaya tulisan arab yang sangat populer di dunia 

Kaligrafi tulisan arab mempunyai tujuh jenis yang perlu anda ketahui

Di dalam berkembangnya kaligrafi arab pada saat itu banyak sekali di temukan jenis-jenisnya. Namun dari banyaknya jenis kaligrafi tersebut tidak semua bertahan hingga saat ini. Ada tujuh jenis kaligrafi arab (Khat) yang populer dan dikenal oleh para pecinta seni kaligrafi di Indonesia bahkan di seluruh negara.

Adapun ketujuh jenis khat arab tersebut adalah:

  • Khat kufi
  • Khat naskhi
  • Khat tsuluts
  • Khat diwani
  • Khat diwani jali
  • Khat riq’ah
  • Khat farisi

Mari kita simak penjelasannya di bawah ini:

1-Khat Kufi

Menurut sejarah peradaban islam khat kufi merupakan tulisan arab tertua di zaman itu. Nama kufi sendiri di ambil dari nama tempat berkembangnya khat ini, yaitu dari wilayah kuffah yang merupakan bagian dari negara irak, yang kemudian menyebar luas hingga ke seluruh negara-negara islam lainnya.

Khat kufi atau sebelumnya yang di namakan khat anbar ini di nisbatkan oleh nama daerah munculnya sebuah tulisan kuno yang sudah ada sejak zaman Rosululloh S.A.W yang pada waktu itu di gunakan oleh para sahabat untuk menuliskan setiap ayat-ayat AL-Quran  yang di wahyukan kepada baginda rosulullah s.a.w. Bahkan dalam mengumpulkan mushaf AL-Quran di masa kepemimpinan Abu bakar hingga penyalinan mushaf pada masa kepemimpinan Ustman bin Affan, mushaf-mushaf tersebut masih menggunakan khat kufi hingga pada era kholifah berikutnya.

Seiring berjalannya waktu khot kufi ini berkembang menjadi beberapa bagian :

a) Kufi Basith beserta contohnya :

kaligrafi kufi basith

kufi basith

Kufi Basith adalah gaya Kufi kuno yang sangat sederhana dan tidak ada titik ataupun hiasan. Gaya Kufi basith ini muncul pada masa Khalifah Umayyah Abdul Malik bin Marwan. Kesederhanaan dari khat kufi basith ini bisa di lihat dari bentuk huruf tunggalnya maupun huruf yang sudah di rangkainya menjadi sebuah kalimat.

b) Kufi Muzakhrof beserta contohnya :

kaligrafi kufi muzakhrof

kufi muzakhrof

Khat kufi Muzakhrof termasuk bagian dari pengembangan kufi yang dalam komposisinya di beri penambahan hiasan ornamen, sehingga kufi jenis ini mempunyai nilai seni yang tinggi, sehingga tak jarang para seniman kaligrafi mengexpresikan khat ini di berbagai media sebagai wujud keindahannya. Kufi jenis ini juga sering di gunakan oleh para kaligrafer dalam penulisan kaligrafi masjid krna bentuknya yang elegan dan proporsional.
Sebagian sejarah mengatakan bahwa awal munculnya Khot Kufi Muzakhrof ini pertama kali di Mesir.

c) Kufi Musatthar beserta contohnya :

 kaligrafi kufi murabba'

kufi musattar

Khat kufi Musattar memiliki tiga sebutan lain yaitu kufi handasi, kufi Tarbi’i dan Kufi Murabba yang punya arti : kubus, bentuk persegi, kotak-kotak, persegi empat, lajur dsb. Hingga kaligrafi jenis ini di susun atas dasar garis-garis lurus yang terhubung dengan garis-garis vertikal yang menghasilkan suatu sudut-sudut tegak lurus. Maka dari itu, dalam menulis khat kufi memerlukan alat bantu yang mendukung yaitu penggaris.

Dan alasan untuk pemberian nama khat kufi ini dengan gaya musatthar karena di nisbatkan pada penggaris yang merupakan alat bantu utama dalam menulisnya.

2-Khat Naskhi

Kata naskhi berasal dari kata dalam bahasa arab ( نسخ ) yang berarti menyalin. Jenis tulisan arab ini di namakan dengan naskhi karena khat ini mempunyai peranan penting sebagai pengganti dari khat kufi untuk penulisan mushaf Al-Quran pada zaman dulu.

Adapun sejarah tentang khat naskhi ini berasal dari Ibnu Muqlah yang beliau dalam sejarah di sebut-sebut sebagai orang pertama yang memberikan rumus dasar pada tulisan naskhi, mulai pada abad ke lima hijriyah atau sembilan masehi. Dan Seiring dengan berjalannya waktu gaya khat naskhi ini terus dikembangkan dan di sempurnakan oleh para khottoth setelahnya.

Khat naskhi merupakan jenis khat yang sering di gunakan oleh orang-orang islam baik untuk penulisan mushaf maupun naskah keagamaan seperti penulisan kitab dsb. Khat ini mempunyai karakter dan huruf yang sederhana hingga mudah di baca bagi kalangan kaligrafer sendiri maupun di kalangan masyarakat awam.

Contoh khat naskhi :

 khat naskhi

khat naskhi

3-Khat Tsuluts

Lagi-lagi sejarah mengungkap bahwasanya khat tsuluts pertama kali di temukan yaitu pada abad ke-7 di zaman khalifah umayyah namun baru berkembang pada akhir abad ke-9. Di namakan tsuluts (ثلث ) berasal dari bahasa arab yang berarti sepertiga, maksudnya sepertiga dalam khat ini adalah pemotongan ujung qolam dengan ukuran sepertiga goresan qolam (pena).

Khat tsuluts termasuk khat terpopular di kalangan para ahli kaligrafi, meski khat ini dalam sejarah tidak pernah di gunakan untuk penulisan mushaf Al Qur’an. Menurut sebagian para ahli kaligrafi mengatakan bahwa khat ini mempunyai karakter yang kuat, gagah dan berwibawa, juga karena terdukung dengan bentuk hurufnya yang indah, maka khat ini mempunyai sifat dekoratif yang tentunya di gunakan untuk penulisan di beberapa media, seperti penulisan judul nama kitab-kitab keagamaan maupun nama AL-Quran yang terletak pada cover atau penulisan nama suroh dalam AL-Quran.

Khat ini juga sangat mendukung terhadap perkembangan dan syiar islam, karena khat ini sebagian besar banyak di gunakan untuk menulis bagian dari ayat-ayat Al-Quran yang di terapkan pada dinding-dinding masjid atau musholla, juga oleh para seniman kaligrafi khot ini sering di buat kombinasi pengolahan karya-karya yang berfungsi untuk hiasan masjid,rumah dsb.

Contoh khat tsuluts :

kaligrafi khat tsuluts

khat tsuluts

4-Khat Diwani

Khat diwani ini mempunyai karakter dan gaya yang unik serta huruf2nya yang elastis. Komposisi yang rata di atas garis merupakan ciri khasnya, namun uniknya khat ini mempunyai huruf yang liar yang sangat di perlukan di dalam komposisi sebagai variasi yang akan menambah keindahannya, seperti pada huruf ba’, lam yang menukik tajam kebawah hingga jauh melampaui batas pada garis horizontalnya. Ada juga huruf-huruf atau sambungan huruf yang tarikannya jauh melebihi di atas garis horizontalnya. Maka dari gaya itulah khat diwani semakin menampakkan keindahan dan kelenturan huruf-hurufnya.

Khat diwani ini pertama kali di ciptakan oleh seorang kaligrafer di masa pemerintah kerajaan utsmaniyyah (Turki Usmani) yang  bernama Ibrahim Munif. Lalu disempurnakan oleh Syaikh Hamdullah dan kaligrafer Daulah Usmani di Turki akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16. Khat Diwani ini di kenal secara resmi setelah negeri Qostantinopal di tawan oleh Sultan Utsmaniyyah yaitu Muhammad al-Fatih pada tahun 857 Hijrah. Pada masa itu khat diwani di gunakan sebagai tulisan resmi di kerajaan, termasuk dalam hal surat menyurat dsb.

Contoh khat diwani :

khat diwani

khat diwani

5-Khat Diwani Jali

Khat diwani jali di ciptakan oleh seorang kaligrafer turki bernama syahlan pasha yang merupakan pengembangan dari khat diwani. Kata jali sendiri mempunyai arti jelas, dan kejelasan tersebut terlihat pada kelengkapan komposisi yang terdiri dari harakat maupun hiasannya di banding khat diwani yang hanya memadukan komposisi huruf saja tanpa adanya harakat dan hiasannya. Anatomi khat diwani Jali pada dasarnya mempunyai kesamaan dengan khat diwani, namun khat diwani jali jauh lebih ornamental, padat , dan komposisi susunan hurufnya pada umumnya bertumpuk-tumpuk.

Pada zaman dulu khat diwani Jali di gunakan untuk menuliskan peraturan-peraturan dan surat menyurat antar kerajaan. Namun dengan berkembangnya zaman, oleh para kaligrafer khususnya di Indonesia khat ini sudah banyak di gunakan di dalam penulisan kaligrafi interior masjid.

Contoh khat diwani jali :

khat diwani jali

khat diwani jali

6-Khat Riq’ah

Pakar sejarah seni Islam berpendapat bahwa khat riq’ah muncul pertama kali pada era Turki Usmani melalui tangan para tokoh kaligrafer. Munculnya khat riq’ah memberikan penyegaran baru terhadap kondisi seni kaligrafi yang sedang berkembang di Turki saat itu. Seni kaligrafi menjadi salah satu bagian yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan ekonomi, sosial, politik dan keagamaan.

Ustadz Belaid Hamidi asal negara maroco menyampaikan bahwa awal mula munculnya khat riq’ah juga karena di sebabkan oleh faktor kuatnya para kaligrafer saat itu dalam menghargai dan memposisikan jenis khat naskhi yang telah lebih dulu di kenal.

Dengan ciri khas huruf yang relatif pendek dan bisa di bilang lebih mudah untuk di pelajari bagi pemula yang masih awal tahap belajar kaligrafi. Khat riq’ah ini juga sering digunakan secara umum untuk menulis sebuah catatan karena terbilang singkat, cepat serta ringan dalam menulisnya.

Contoh khat riq’ah :

khat riq'ah

khat riq’ah

7-Khat Farisi

Di sebut dengan khat farisi karna di nisbatkan oleh nama negara asal usul kemunculan khat ini yaitu Persia (iran) . Sejak masa dinasti safawi khat farisi ini telah menjadi huruf resmi bangsa Persia hingga sekarang. Nama lain dari khat farisi ini adalah khat ta’liq dan khat nasta’liq yang dikembangkan oleh seorang kaligrafer Persia Mir Ali sultan At-tabrizi. Khat ta’liq sendiri mempunyai arti “menggantung” sesuai dengan karakter huruf-hurufnya yang menggantung tanpa harus berpatokan rata pada garis horizontal.

Dalam sejarah seni kaligrafi arab gaya khat ta’liq dan nasta’liq (khat farisi) tidak di gunakan dalam penulisan mushaf AL-Quran, Namun  lazim di gunakan dalam penulisan literatur dan syair-syair kepahlawanan,

Untuk menghasilkan karya kaligrafi jenis ini dengan indah dan gemulai bisa di lihat dari kelincahan dalam menggoreskan tebal-tipisnya huruf sesuai ukuran dan kaidah yang tepat. Gaya kaligrafi yang di sebut dengan “khat farisi” ini sebagaian besar di gunakan sebagai hiasan dekorasi interior maupun eksterior masjid di iran, dan biasanya di padukan dengan ornamen yang di sertai warna-warni yang amat memukau. Namun di Indonesia sendiri “khat farisi” masih jarang di temui pada desain interior dan exterior masjid.

Contoh khat farisi :

khat farisi

khat farisi


Demikianlah penjelasan artikel kami tentang ” apa itu kaligrafi ” semoga bermanfaat dan jika anda suka silahkan bagikan artikel ini di media sosial anda.

Terima kasih dan salam sukses selalu.

Informasi jasa kaligrafi :

Untuk mendapatkan layanan jasa kaligrafi profesional dan terbaik silahkan hubungi penyedia layanan Jasa Kaligrafi Masjid Terbaik Dan Terpercaya

Silahkan hubungi kontak di bawah ini :

Wassalamu alaikum Wr.Wb.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!