Kaligrafi timbul adalah salah satu bentuk seni kaligrafi Islami yang paling banyak digunakan dalam desain interior masjid modern maupun klasik. Teknik ini menampilkan kaligrafi huruf Arab dengan efek tiga dimensi (3D) yang menonjol dari permukaan dinding, sehingga menghasilkan kesan megah, elegan, dan berkelas. Karena tampilannya yang kuat dan mudah terlihat. Kaligrafi timbul dinding masjid menjadi pilihan utama di berbagai layanan jasa kaligrafi masjid terbaik karena keunggulan kualitasnya.
Alat dan bahan untuk membuat kaligrafi timbul dinding masjid
Salah satu faktor utama yang menentukan kualitas dan ketahanan kaligrafi timbul adalah pemilihan bahan, karena setiap bahan dasar yang di gunakan pada kaligrafi timbul memiliki karakteristik, kelebihan , dan tingkat daya tahan yang berbeda. Pemilihan material yang tepat tidak hanya memengaruhi tampilan visual dan ketajaman detail kaligrafi, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kekuatan struktur serta ketahanannya terhadap cuaca, kelembapan, dan perubahan suhu. Berikut ini adalah macam macam jenis bahan untuk membuat kaligrafi timbul dinding masjid yang paling umum digunakan.
1. ACP / Aluminium Composite Panel
Kaligrafi timbul aluminium composite panel / ACP adalah seni kaligrafi yang dibuat menggunakan bahan aluminium berkualitas tinggi yang memiliki karakter kuat, ringan, tidak berkarat, serta mempunyai lapisan warna gold yang lebih tajam dan mengkilau, yang mampu mempertahankan keindahan dalam jangka waktu yang sangat lama. Bobotnya yang ringan memudahkan proses pemasangan tanpa membebani struktur dinding, namun tetap kokoh dan stabil. Dalam proses pembuatan kaligrafi timbul ACP diawali dengan membuat desain terlebih dahulu menggunakan software seperti CorelDRAW, AutoCAD, atau Adobe Illustrator agar hasil akhir sesuai dengan konsep yang diinginkan. Selanjutnya adalah menjalankan mesin CNC router untuk memotong ACP secara presisi sehingga detail huruf Arab tetap proporsional dan halus.
2. GRC / Glassfiber Reinforced Cement
Kaligrafi timbul masjid dengan bahan GRC terdiri dari serat kaca dengan campuran semen dan pasir pilihan. Hingga saat ini bahan dasar kaligrafi dari grc masih menjadi pilihan ideal dalam proyek kaligrafi interior dan exterior karena materialnya kuat, tahan cuaca, tidak mudah retak dan mampu menampilkan detail seni kaligrafi secara maksimal. Untuk proses pembuatan kaligrafi timbul GRC menggunakan cetakan dari spon yang sebelumnya sudah di desain dan di cutting menggunakan mesin CNC. Proses cetak sendiri memakan waktu yang lumayan lama, karena bahan GRC membutuhkan waktu pengeringan shingga hasilnya benar-benar keras dan tahan banting. Selain berfungsi untuk hiasan kaligrafi timbul masjid, bahan GRC juga sering digunakan untuk pembuatan kubah dan menara.
3. Akrilik Mirror Gold
Akrilik mirror gold adalah bahan akrilik dengan permukaan reflektif berwarna emas yang menyerupai cermin. Material ini juga banyak digunakan dalam pembuatan kaligrafi timbul masjid, karena tampilannya yang mewah, modern, dan elegan. Bahan ini memiliki bobot ringan namun cukup kuat, sehingga mudah dipotong, dibentuk, dan dipasang pada berbagai media seperti dinding masjid, mihrab, backdrop, maupun interior rumah. Akrilik mirror gold juga tahan terhadap kelembapan dan tidak mudah berkarat, menjadikannya pilihan ideal untuk penggunaan jangka panjang. Pantulan cahaya dari permukaan cerminnya memberikan efek visual yang eksklusif dan memperkuat nilai estetika. Untuk pembuatannya bisa menggunakan teknik cutting manual dan teknik cutting melalui mesin CNC.
4. Stainless Steel
Kaligrafi berbahan stainless merupakan karya seni kaligrafi Islami yang dibuat dari material stainless steel berkualitas, sehingga menghasilkan tampilan yang modern, elegan, dan tahan lama. Material ini dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap karat dan cuaca, menjadikannya sangat cocok digunakan baik untuk area indoor maupun outdoor.
Selain tampil elegan dan sederhana, kaligrafi stainless juga mudah dalam perawatan karena tidak memerlukan pengecatan ulang dan cukup dibersihkan secara berkala. Kombinasi kekuatan material dan keindahan desain menjadikan kaligrafi stainless sebagai pilihan ideal untuk menghadirkan nuansa islami yang eksklusif, berkelas, dan berumur panjang.
5. Spon Eva
Kaligrafi dari bahan spon merupakan jenis kaligrafi timbul yang dibuat menggunakan material spon atau foam berkualitas sebagai dasar pembentuk huruf. Proses pembuatannya dilakukan dengan memotong spon sesuai desain kaligrafi Arab, kemudian dipasang pada permukaan dinding dan diberi lapisan cat sesuai kebutuhan, seperti warna emas, perak, putih, atau warna custom lainnya. Hasil akhirnya menampilkan efek tiga dimensi yang rapi, halus, dan modern. Dari segi tampilan, kaligrafi spon memberikan kesan elegan tanpa terlihat berat. Pemasangannya relatif cepat dan biayanya lebih terjangkau dibandingkan kaligrafi timbul lainnya. Dengan finishing yang tepat, kaligrafi dari bahan spon mampu memperindah interior dan menghadirkan nilai estetika Islami yang kuat pada ruangan.
6. Kayu Jati
Kaligrafi timbul kayu dibuat dengan menggunakan berbagai alat dan bahan yang saling mendukung untuk menghasilkan karya yang bagus, rapi, dan bernilai seni tinggi. Bahan utama yang digunakan adalah kayu, seperti kayu jati yang terkenal kuat dan tahan lama. Dalam tahap pembuatannya menggunakan alat pahat ukir kayu dengan berbagai mata pahat, seperti pahat lurus, pahat lengkung, dan pahat miring, yang berfungsi membentuk huruf dan detail kaligrafi agar terlihat timbul. Palu kayu atau palu karet digunakan untuk membantu proses pemahatan agar lebih terkontrol dan tidak merusak alat. Setelah bentuk kaligrafi selesai, tahap penghalusan dilakukan menggunakan amplas dengan tingkat kekasaran bertahap, mulai dari amplas kasar untuk pembentukan awal hingga amplas halus untuk merapikan permukaan.
Baca juga: Informasi seputar kaligrafi masjid
Hub kami:
Phone/Wa: 081228173860 (Hamzah Art)
Email:artghaza@gmail.com
No responses yet